Home » About Myself

About Myself

Aku lahir di Surakarta dan besar di empat kota: Surakarta (Manahan), Karanganyar (Wahyu Utomo, Palur), Demak (Karangawen), Semarang (Pedurungan Lor).

Orang tuaku bernama Suyitno, staf pengajar di Universitas Sebelas Maret, dan Susmiyati, seorang pendidik di SD Tumenggungan 28 Surakarta, SD Tegowanu 1 Demak, dan lalu SD Rimbu Kidul 1 Demak.

Inilah foto Bapakku. Di foto ini beliau sedang menggendong anakku Rifqi Abdillah saat ia berusia 9 bulan. Foto ini bertanggal Februari 2011.

Rifqi Abdillah dan Eyang Suyitno

Cucu Rifqi dan Eyang Suyitno

Aku mempunyai 3 orang saudara kandung. Dua laki-laki dan satu orang perempuan. Adikku yang pertama bernama Rukma Widyajentera Suyitno, lalu berturut Pijar Wirapermana Suyitno, dan Mutia Danarwidya S. Di bawah ini adalah foto Bundaku bersama ketiga orang adikku. Foto ini diambil ketika adikku paling bontot wisuda sarjana-nya pada tahun 2013.

Adik-adikku semuanya sudah menikah. Rukma Widyajentera menikah dengan Tiara Maharani dan sudah memiliki anak bernama Balqis Humayra Widyajentera, Pijar Wirapermana baru saja menikah dengan Meiri Hermawati [Oktober 2015], dan Mutia Danarwidya menikah dengan Willy Sz dan sudah mempunyai anak bernama Nathanael Leonhart Wilson.

Dipa Nugraha's Mom, Bros, Sista

Bunda dan Adik-adik Tercinta

Bundaku dengan Rifqi Anakku dan Ayra Anak Adikku Rukma

Eyang Susmiyati dengan Cucu Rifqi dan Cucu Ayra, Juli 2014, Buka Bersama, Hartono Mall SoBa

Eyang Susmiyati dengan Nathan

Eyang Susmiyati dengan Cucu Nathan

Aku besar bersama sebagian teman-teman Wahyu Utomo dan Perumnas Palur yang ada di foto berikut ini. Bersama mereka, dan tentunya saudara-saudara kandungku, aku menikmati Nintendo (NES) dan PlayStation (PSX), PS2, dan PS3. Khusus untuk NES, Setya Widyatmaka (jongkok berpeci), adalah tetangga tempat aku saling pinjam cartridge.

 

Wahyu Utomo & Perumnas Palur

Pemuda Wahyu Utomo & Perumnas Palur

Aku memiliki seorang putra bernama Rifqi Abdillah. Ia kini berusia hampir enam tahun. Mama-nya anakku, Dian Octavianah, adalah seorang pengajar di SMA ABBS Al-Abidin Surakarta. Dian Octavianah adalah anak keempat dari empat bersaudara dari pasangan Yunus Pande dan Asma Sono. Ia adalah perempuan satu-satunya dari ketiga kakak laki-laki yang bernama berturut lahir: Adi, Dani, Doni.

Dee dan Saudari-saudarinya

Dee dan Saudari-saudarinya Keluarga Besar Luwuk

Aku dengan Dian Octavianah menikah di tahun 2009 pada tanggal 14 Juni di Sulawesi Tengah, tepatnya di Luwuk, Banggai.

Foto Pernikahan Kami

Foto Pernikahan Kami di Desa Biak, Luwuk, Banggai, Sulawesi Tengah

Kami pada awal menikah bertempat tinggal di rumah kontrakan di Jalan Gareng Blok J No 18 Perumahan Ngringo Indah, Palur.

Rifqi Abdillah lahir 12 Mei 2010 pada saat kami tinggal di rumah ini. Kelahiran Rifqi terjadi di RSU PKU Muhammadiyah, Banjarsari, Surakarta. Ia lahir dengan operasi caesar karena terjadi kebocoran pada ari-arinya sebulan sebelum tanggal perkiraaan kelahiran. Dokter yang menangani Rifqi saat itu adalah dr. Hj. Anik Suryaningsih, Sp.OG.

Foto Pertama Rifqi

Foto Pertama Rifqi Selepas Lahir

Foto Pertama Rifqi

Foto Pertama Rifqi

 

13 Februari 2012 di Rumah Kontrakan Ngringo Indah. Tembok bersemen itu punya cerita dan percayalah bahwa aku bisa membawamu jauh ke sana.

13 Februari 2012 di Rumah Kontrakan Ngringo Indah. Tembok bersemen itu punya cerita dan percayalah bahwa aku bisa membawamu jauh ke sana.

Foto ini diambil pada tahun 2012 di rumah kontrakan kami yang pertama pada saat Rifqi berusia tujuh bulan dan berusia dua tahun.

Rifqi 7 Bulan. Desember 2010

Rifqi 7 Bulan. Desember 2010

Rifqi Abdillah Berusia 2 Tahun di Rumah Ngringo Indah

MasyaAllah. Rifqi sudah mahir memegang alat tulis dan menggoreskannya. 19 Mei 2012

MasyaAllah. Rifqi sudah mahir memegang alat tulis dan menggoreskannya. 19 Mei 2012

Kemudian kami pindah kontrakan ke salah satu rumah di Perumahan RC, Palur sebelum akhirnya membeli sebuah rumah sederhana di sebuah perumahan di Karanganyar.

Liburan Pertama Kali Rifqi di Luwuk. 13 September 2011

Liburan Pertama Kali Rifqi di Luwuk. 13 September 2011

Di tahun-tahun awal pernikahan kami, saudari kerabat jauh istri yang bernama Verawati Muhammad, atau kami memanggilnya Tante Vera, tinggal bersama dan membantu kami.

rifqi-dan-tante-vera-april-2012-taman-sriwedari-surakarta

Rifqi dan Tante Vera. April 2012. Taman Hiburan Rakyat (THR) Sriwedari Surakarta.

Rifqi ke PAUD Ngringo Indah

Rifqi ke PAUD Ngringo Indah, 19 Juli 2012

Rifqi dan Konstruksi-Mainannya, 1 Agustus 2012, Ngringo Indah

Rifqi dan Konstruksi-Mainannya, 1 Agustus 2012, Ngringo Indah

Dan kemudian foto berikut adalah foto akuarium yang dibeli pada saat kami menempati rumah di pojokan Perumahan RC.

Akuarium yang kami beli saat kami tinggal di rumah di pojokan RC, Oktober 2012

Akuarium yang kami beli saat kami tinggal di rumah di pojokan RC, Oktober 2012

Kami beli akuarium ini dari Pasar Gedhe Solo. Oh ya, ketika kami pindah ke Perumahan RC, Verawati Muhammad, atau kami memanggilnya (Tante) Vera, balik ke Sulawesi untuk menemani ibunya Mama-nya Rifqi Abdillah.

Rifqi Abdillah bersama kebiasaannya bereksperimen dengan mainan konstruksi dan mobil-mobilan, 27 November 2012

Rifqi Abdillah bersama kebiasaannya bereksperimen dengan mainan konstruksi dan mobil-mobilan, 27 November 2012

Rifqi dan Mainannya, 27 November 2012

Rifqi dan Mainannya, 27 November 2012

Senyum Puas Rifqi, 27 November 2012

Senyum Puas Rifqi, 27 November 2012

Ketika kami membeli rumah di sebuah perumahan sederhana di Karanganyar, Tante Vera masih di Sulawesi. Ketika ibunya Mama-nya Rifqi meninggal dunia, Tante Vera kembali tinggal bersama kami.

Di kampung perumahan kami yang baru ini, kami menemukan suasana dan teman yang baru. Sebagai perumahan yang baru saja dikembangkan, perikatan sesama warga, keguyubannya, dimulai dari nol. Semua adalah warga baru. Foto berikut diambil pada saat malam tirakatan tujuh belasan, syukuran kemerdekaan, pada tanggal 17 Agustus 2013.

17 Agustus 2013, Malam Tujuh Belasan

17 Agustus 2013, Malam Tujuh Belasan

Sekitaran bulan-bulan itu, aku beruntung mendapatkan beasiswa LPDP untuk berangkat studi ke Monash University Australia. Persiapan di dalam proses mendapatkan beasiswa merupakan persiapan yang serius. Aku berutang budi kepada Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang memberikan fasilitas training ke IEDUC Bandung. Pada saat training tersebut, kebetulan saya dalam rombongan UMS berkelas bersama dengan rombongan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).

IEDUC Bandung, Staf Pengajar IEDUC, UMY, UMS, 6 Agustus 2012

IEDUC Bandung, Staf Pengajar IEDUC, UMY, UMS, 6 Agustus 2012

Beasiswa LPDP merupakan lembaga pengelola beasiswa yang baru muncul pada tahun itu. Di salah satu sesi seleksi terdapat apa yang disebut sebagai Program Kepemimpinan (PK). PK ini pada nantinya akan berubah menjadi Persiapan Keberangkatan dikarenakan terjadi sedikit perubahan paradigma seleksi sehingga “persiapan keberangkatan” dirasa lebih pas untuk dinisbatkan kepada tahap akhir seleksi LPDP.

Berikut adalah foto bersama teman-teman PK saat itu.

Program Kepemimpinan LPDP, September 2013

Program Kepemimpinan LPDP, September 2013

Dan lalu aku berada di Clayton, Melbourne. Anak dan istriku masih di Indonesia. Beasiswa LPDP hanya meng-cover tunjangan keluarga mulai semester kedua beasiswa sehingga “untuk sementara” anak dan istriku berada di Indonesia. Awalnya, kata “untuk sementara” tidak ada di sana. Niatan awal aku dan istri adalah tiap berapa bulan sekali aku balik ke Indonesia. 

Hari Pertamaku di Clayton. 24 Maret 2014

Hari Pertamaku di Clayton. 24 Maret 2014

Seberapa lama waktu di Australia, banyak teman memberi masukan mengenai betapa “pengalaman” dan “pengetahuan” bagi anak dan istri mengenai Australia merupakan sesuatu yang tak ternilai sehingga aku dan istri memutuskan untuk merubah rencana awal kami.

Kunjungan ke Konjen Indonesia di Melbourne, 5 Juli 2014

Di tahun kedua-lah anak dan istriku membersamaiku di Australia.

7 Maret 2015, Anak dan IStriku sampai di Tullamarine, Melbourne

7 Maret 2015, Anak dan Istriku sampai di Tullamarine, Melbourne

Tempat tinggal pertamaku di tahun pertama adalah rumah Ibu Arma dan Pak Muslimin Marwas di 7/1802 Dandenong Road, Clayton. Kemudian ketika rumah ini di-take over oleh Pak Agus Mutohar, aku masih berada di situ. Tidak berapa lama kemudian, Pak Agus pindah rumah. Rumah di 7/1802 Dandenong Road lalu aku take over.

Dipa Nugraha & Agus Mutohar. 5 Mei 2015.

Dipa Nugraha & Agus Mutohar. 5 Mei 2015.

Rifqi di Dandenong Road, 15 Oktober 2015

Rifqi di Dandenong Road, 15 Oktober 2015

Anakku, Istriku, dan Aku

Anakku, Istriku, dan Aku di Tesseler Tulip Festival tahun 2015. Kami berangkat ke tempat ini bersama keluarga Pak Budy Prastowo – Ibu Yunanti Tri Wiranti

5 Desember 2015, Bermain di Taman Dekat Brighton Beach, Melbourne.

5 Desember 2015, Bermain di Taman Dekat Brighton Beach, Melbourne.

Kami sekeluarga tinggal di rumah Dandenong Road tidak sampai setahun dari Februari 2015 hingga Oktober 2015. Bulan September tahun itu, pemilik rumah yang kami sewa mendatangi kami dan memohon agar kami pindah karena ia butuh menjual rumah tersebut. Akhirnya kami pindah ke sebuah rumah yang berselisih hanya satu blok dari Monash University di Marshall Avenue.

St Luke Kindergarten

Rifqi Abdillah dengan teman-temannya satu sekolah St. Luke Kindergarten, sebuah TK di Mount Waverley, Victoria dalam program “excursion” ke pertunjukkan Melbourne Symphony Orchestra. Mereka sedang menunggu. 22 Oktober 2015

Nah, “about myself” malah jadi cerita fragmen kehidupan tho.

Ben. Intinya, aku manusia biasa seperti saudara pembaca yang budiman.