Home » Selected Contemplation » Ngomongin di Belakang Saudaranya

Ngomongin di Belakang Saudaranya

Beberapa kali terakhir saya mendapati ungkapan sebagaimana judul di atas dan bertambahan dengan kata “jangan.” Sehingga lengkapnya adalah “jangan ngomongin di belakang saudaranya.” Atau “jangan ngomongin saudara di belakangnya.” Atau kadang dengan kalimat “jangan ghibah.”

Nasehat untuk jangan menggunjing saudaranya adalah nasehat yang baik. Ghibah atas saudaranya adalah sesuatu yang sangat buruk sebagaimana dirujukkan pada Surat Hujurat ayat ke-12. Disebutkan dengan ancaman bahwa menggunjing saudaranya seolah pemakan bangkai saudaranya. Bahkan ada satu hadist yang dirujukkan di dalam riwayat Muslim bahwa ghibah, atau membicarakan sesuatu mengenai saudaranya yang tidak ia sukai, adalah perbuatan tercela. Di dalam penjelasan Rasulullah saw. dalam hadist tersebut, pembicaraan atas saudaranya yang lain dipilah menjadi dua: ghibah dan fitnah.

Sebagaimana artikel pendek yang dituliskan oleh Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal yang berjudul “Ghibah yang Dibolehkan,” ada enam keadaan di mana ghibah kepada orang lain diperbolehkan. Beliau menukil dari syarah sahih Muslim, 16: 124-125, yakni [dalam parafrase saya]:

  1. Pengaduan kepada pihak yang berwenang atas tindakan zalim seseorang atas dirinya
  2. Permintaan tolong agar kemunkaran orang lain bisa tehindarkan dan atau terkoreksi
  3. Permintaan fatwa atas tindakan orang lain
  4. Mengingatkan kepada kaum muslimin mengenai keburukan seseorang
  5. Membicarakan orang lain yang terang-terangan berbuat maksiat atau bid’ah
  6. Menyebut orang lain sesuai dengan ciri yang sudah ma’ruf dengannya namun diutamakan memakai panggilan yang baik.

Salah satu ulama, Imam Nawawi dalam Al-Adzkar,  merangkum kondisi yang diperbolehkan ghibah dalam sajak nasehat dua baris sebagaimana sering dikutip dan diterjemahkan dengan parafrase dari saya merujuk pada penjelasan pendek atas Fatawa Al-Lajnah Ad-Diamah Lil Ifta’, 26/20 sebagai berikut:

“Mencela bukan ghibah pada enam tempat: keluh dizalimi, menyebutkan ciri, dan memberikan peringatan.

Saat seseorang melakukan tindakan buruk secara terbuka, saat nasehat fatwa diperlukan, saat orang berkonsultasi dalam menghilangkan kemunkaran.”

Dus, nasehat indah mengenai “jangan ngomongin di belakang saudaranya” atau kalimat nasehat apik lainnya dengan ragam variasinya juga memiliki koridor pembolehan. Sebab bagaimana kaum muslimin akan mendapatkan kebaikan jika pembicaraan mengenai orang fasik, misalnya, apalagi berbahaya bagi kaum muslimin tidak boleh sama sekali? Beberapa contoh ghibah yang diperbolehkan di dalam praktik, yang sebagiannya dirujukkan kepada beberapa hadist, bisa kita dapati pada tulisan Ustadz Ibnu Abidin As-Soronji yang berjudul “Hukum Mendengarkan Ghibah, Bertaubat dari Ghibah, dan Ghibah yang Dibolehkan.”

Meskipun demikian, pembolehan ghibah terhadap beberapa hal yang tersebut di atas tidak serta merta dilakukan tanpa batasan. Ada kaidah-kaidah yang membuat kebolehan ghibah tersebut memiliki rambu-rambu sebagaimana nasehat Syaikh Salim bin ‘Ied al-Hilali dalam kitab Bahjatun Nadzirin Syarah Riadlus Sholihin (cf. Ustadz Ibnu Abidin As-Soronji) yakni:

1. Bolehnya ghibah untuk hal-hal di atas adalah hukum yang menyusul (bukan hukum asal), maka jika telah hilang ‘illatnya (sebab-sebab yang membolehkan ghibah -pent), maka dikembalikan hukumnya kepada hukum asal, yaitu haramnya ghibah.

2. Dibolehkannya ghibah ini adalah karena darurat. Oleh karena itu ghibah tersebut diukur sesuai dengan ukurannya (seperlunya saja –pent). Maka tidak boleh memperluas terhadap bentuk-bentuk di atas (ghibah yang dibolehkan). Bahkan orang yang mendapatkan keadaan darurat ini (sehingga dia dibolehkan ghibah –pent) hendaknya bertaqwa kepada Allah, dan janganlah dia menjadi termasuk orang-orang yang melampaui batas.

Demikian.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s