Home » Selected Contemplation » Tentang LGBT; Draft belum ada Judul

Tentang LGBT; Draft belum ada Judul

Diilhamkan pada mereka jalan fujur dan jalan takwa (QS al-Syams)

Sudah sahkah misalnya engkau berargumen bahwa apa yang menurut skriptur salah tapi kamu turuti nafsumu?

Laki-laki:

1. Laki-laki yang berkelamin ganda
2. Laki-laki terlalu lembut
3. Laki-laki yang normal
4. Laki-laki yang punya kecenderungan biseksual
5. Laki-laki yang punya kecenderungan menyukai laki-laki lain
6. Laki-laki yang memperturutkan nafsu mendatangi laki-laki lain
7. Mereka yang kerasukan jin baik masih kecil maupun ketika dewasa atau mereka yang dalam perjalanan hidupnya mengalami tekanan batin akan identitas dirinya sehingga refleksi dirinya akan preferensi seksual dan gender mengalami kekacauan.

Laki-laki berkelamin ganda, biar nanti diputuskan ahli bagaimanakah baiknya.

Laki-laki yang terlalu lembut bukan berarti ia menyukai laki-laki lain. Ia hanya terlalu lembut saja namun selera terhadap lawan jenis normal.

Laki-laki normal.

Laki-laki yang punya kecenderungan biseksual, ia menahan diri dari mendatangi laki-laki lain. Ia hanya begituan kepada istrinya (perempuan).

Laki-laki yang punya kecenderungan menyukai laki-laki lain. Apakah ia menahan dirinya dari mendatangi laki-laki lain ataukah ia menuruti hasratnya? Belum tentu ia menuruti hasratnya untuk mendatangi laki-laki lain. Jika ia menahan diri, bukankah ia tidak berpraktik liwath?

Laki-laki yang memperturutkan hawa nafsunya mendatangi laki-laki lain. Entah karena ia punya kecenderungan biseksual, entah karena ia punya kecenderungan SSA, atau pada beberapa kasus karena “gaya hidup,” “kebutuhan untuk terlihat dominan,” “trauma sodomi,” “efek terpapar film porno yang menormalkan segala hal yang tak normal.”

Kerasukan jin. Bagian ini masuk pada “percaya pada yang gaib.” Tekanan batin, bisa terjadi pada siapa saja. Kadang karena ekspektasi orang tua akan anak yang berbeda jenis kelamin kadang bisa karena hal lain.

Yang perlu dicermati dalam isu ini:
1. Ada upaya campur aduk mengenai “by nature” yang “by design” sangat sah untuk diperturutkan tanpa peduli pada skriptur. Kata kunci “by nature” lantas digunakan sebagai justifikasi bolehnya.
Kalau semua yang “by nature” dituruti, fa alhamaha fujuroha wa taqwaha, lalu di manakah letak ketakwaan ketika skriptur diabaikan?
Bukankah ada juga riset yang berkata bahwa gen juga bisa memberikan kontribusi pada seseorang untuk berterusan melakukan kejahatan? Tolok ukurmu apa? Semua sah “by nature”?

2. Liwath (mendatangi laki-laki lain, benar2 main anggar) berbeda dengan “punya kecenderungan itu” namun ia menahan diri. Di dalam kampanye “by nature” oleh sekuleris liberalis atau apapun nama dagangnya, kecenderungan homoseksual dicampuradukkan dengan liwath. Bahkan ini diekor oleh juru dakwah, sehingga ada kekacauan dan memang justru itu yang membuat kita tidak karuan melihatnya. Ketika seseorang yang kecenderungannya SSA (Same Sex Attraction) begitu kuat namun ia menahan diri, ia bukanlah pelaku liwath.
Di dalam term liberalis sekularis atau apapun merk dagangnya, kecenderungan ini dimasukkan di dalam satu terma dengan “pelaku liwath” yaitu: homoseksualitas.

3. Perkara empat orang saksi di dalam penghukuman liwath. Banyak penyuara liberalis sekularis atau apapun merk dagangnya namun mengkoprolkan dalil skriptur, menggunakan takaran “empat orang saksi” sebagai “berarti susah dipenuhi” berarti “tidak mungkin dihukum” berarti “memang tidak ada hukuman.”
Ini sesuatu yang simplistik dan koprol-koprolan. Ada bagian lain yang membuat seseorang bisa dipertimbangkan pada hukuman yaitu: pengakuan.
Bukankah kita ingat ada kisah seseorang yang mengaku berzina kepada Rasul saw. sehingga ia meminta dihukum sehingga hukum terberikan?
Bagaimana jika “liwath” dinormalkan dan laki-laki yang menuruti hawa nafsunya mendatangi laki-laki lain merasa bahwa orientasi dan diturutkan dalam perilaku seksual seperti itu adalah normal dan kemudian merasa “baik-baik saja” untuk memberikan “pengakuan berulang-ulang”?

Atau bahkan selanjutnya mempertontonkan kedekatan itu kepada khalayak secara terang-terangan sehingga bisa lebih dari empat orang?

Dan kita juga terjebak mengenai “binatang saja tidak melakukan itu.”
1. Apa ada di dalam skriptur yang membunyikan bahwa larangan itu karena hewan pun tidak melakukannya?
2. Jika koar2 mematuhi perintah dengan argumen seperti itu bukankah bisa terjebak pada: kalau hewan ada yang seperti itu berarti perintah menghindari itu tidak valid? Mengajarkan kepatuhan untuk melakukan atau menghindari sesuatu bukan berdasar kalimat skriptur namun fokus pada “hikmah”-nya?

Dan apakah ketika “dunia internasional” yang tak peduli skriptur atau “negara-negara pemberimu dolar” atau “negara-negara yang secara duniawi maju” berkata A, selalu tanpa berpikir, berkontemplasi, berhikmah, dan sebelumnya melihat skriptur, kamu sudah selalu ikut-ikutan berkata A?

Bolehkah misalnya aku bertanya apakah kau yang menidakapa-apakan “laki-laki yang mendatangi laki-laki” juga mengekor pandangan bahwa “lewat belakang [pada perempuan]” sebagai boleh padahal dilarang skriptur?

Bolehkah misalnya aku bertanya apakah kau yang menidakapa-apakan “laki-laki yang mendatangi laki-laki,” menghujat habis-habisan poligami sebagai bagian kebolehan yang terdapati di dalam skriptur?

Jika begitu, bolehkah aku bertanya siapakah Tuan-mu?

Demikian.

Sumber rujukan:
1. https://www.stolaf.edu/people/huff/classes/Psych130F2010/LabDocuments/Spitzer.pdf

2. http://www.theatlantic.com/science/archive/2015/10/no-scientists-have-not-found-the-gay-gene/410059/

3. http://www.redflagnews.com/headlines/identical-twin-studies-prove-homosexuality-is-not-genetic

4. http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/1562871

5. http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/1845227

6. http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/7032464

7. Diseminasi Kecairan Gender dan Pembelajaran Kebebasan Mengeksplorasi Preferensi Seksual patut dilihat, oleh Muslim, dari kacamata Islam dan bukan mengikuti gaya Sekuler. Lecture pendek menarik dari Abdal Hakim Murad sebagai bahan perenungan.

 

One thought on “Tentang LGBT; Draft belum ada Judul

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s