Home » Selected Contemplation » Lagu Tambah Tahun

Lagu Tambah Tahun

Dikatakan bahwa usia bertambah saat tengah malam ini, adalah keliru. Perkataan ini rancu karena tiap detik bahkan milidetik bahkan … usia bertambah.

Hanya tahun saja yang beruntung mendapat tempat sebagai penanda bergantinya usia. Ia dihadirkan sebagai penanda periode hidup dan target dalam hidup. Tidak lebih.

Tapi justru itulah ia menjadi istimewa. Ia layak ditengeri. Sebab dari tahun-tahun yang ditambahkan sebagai penyebut berapa usiamulah kemudian aku, kau, dan mereka dapat berinteraksi sebagai normalnya manusia.

Usia-mu berapa?
Sudah layak itu untuk masuk sekolah.
Kok usia segitu belum begini dan begitu?
Dua tahun lagi saat usiaku begini dan begitu, targetku adalah ini dan itu.

Rifqi Abdillah, a pond, nearby MIGR building, 31 March 2015

Rifqi Abdillah. Location: a garden and a pond, nearby MIGR building, Monash University, Clayton, Vic 3800, Aus – 31 March 2015

 

Jadi Nak, tiuplah lilinmu sekencang mungkin. Ciumlah Papa dan Mamamu dengan cinta anak pada orang tuanya dan kami berikan doa dan restu atas hidupmu karena kami orang tuamu.

Jadi Nak, perjalanan tetap seperti biasa. Target ditambah. Jangan terburu-buru pengin cepat dewasa. Jadilah pribadi yang penuh kehidupan dan menghidupkan; bermanfaat bagi orang lain dan mendatangkan berkah.

Kami menyayangimu. Kami menyayangimu. Semoga Allah selalu menjagamu dan melimpahkan kasih sayang atasmu, dunia dan akhirat. Amin.

Mama Dian Octavianah + Papa Dipa Nugraha
12 Mei 2015.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s