Home » Academic Article » Doktrin Trinitas; Sebuah Kongruensi Biblikal

Doktrin Trinitas; Sebuah Kongruensi Biblikal

Sebuah terjemah dan ringkasan dari tulisan yang terdapat di dalam http://www.heaven.net.nz/writings/trinity.htm atau http://heavennet.net/ dengan judul “The Trinity Doctrine … ” .[1]

  • Trinitas[2] adalah bagian yang paling fundamental dari kekristenan. Tulisan ini[3] mencoba mengupas doktrin ini dengan merujuk kepada ayat-ayat di dalam Bible[4] maupun naskah-naskah kuno serta tulisan-tulisan sebelum konsili Nicea[5]. Tujuan tulisan ini adalah memberikan pondasi pemahaman yang tepat tentang apa yang ada di dalam ajaran Kristen.
  • Perlu diingat bahwa tujuan tulisan ini juga agar kita tidak tertipu dengan ajaran yang tidak tepat (lih. Kisah Para Rasul 17: 11).
  • Perlu pula diingat bahwa tujuan tulisan ini adalah juga untuk menunjukkan bahwa fungsi Bible adalah sebagai panduan, pengajaran, dan mengoreksi doktrin dan praktik hidup yang benar (lihat 2 Timothy 3: 16). Mereka yang bijak adalah yang rendah hati di dalam menerima kebenaran kitab suci dan bergembira manakala apa yang tertulis di dalam kitab suci berhasil mengoreksi kesalahan mereka. Hal demikian sebab mereka yang bergembira dengan petunjuk di dalam kitab suci adalah mereka yang memiliki kebenaran sejati (lihat 1 Peter 3: 15).
  • Selama ini, setiap orang Kristen jikalau memberi penjelasan tentang Trinitas, jawabannya selalu: “Tuhan adalah misteri dan di luar pemahaman logika kita”. Memang benar bahwa Tuhan di luar logika kita, akan tetapi jikalau Tuhan menampilkan diri-Nya di dalam kitab suci, tentunya agar kita mengetahui dzat Tuhan sebagaimana keterangan yang diberikan-Nya bukan? Oleh sebab itulah, jika memang Tuhan mengajarkan bahwa diri-Nya adalah Trinitas, tentunya di dalam kitab suci juga tertulis serupa itu bukan?
  • Sebagaimana ajaran Trinitas, dikatakan bahwa Tuhan itu satu, namun dengan keterangan:

Bahwa Bapa adalah Tuhan

Bahwa Anak adalah Tuhan

Bahwa Roh Kudus adalah Tuhan

Sehingga dapatlah dikatakan bahwa ada Tuhan Bapa, Tuhan Anak, Tuhan Roh Kudus.

Ketiganya merupakan Tuhan, namun tiap entitas tersebut bukanlah 1/3 Tuhan.

Dapatlah diilustrasikan apa yang tersebut di atas sebagai berikut:

Diagram Trinitas (Credit: heavennet.net)

  • Pernahkah Anda dibingungkan oleh ayat di dalam Bible yang bunyinya seperti ini?[6]

1 Yohanes 4:12

Tidak ada seorangpun yang pernah melihat Allah.

1 Timotius 1: 17

Hormat dan kemuliaan sampai selama-lamanya bagi Raja segala zaman, Allah yang kekal, yang tak nampak, yang esa! Amin.

1 Timotius 6: 15 -16

yaitu saat yang akan ditentukan oleh Penguasa yang satu-satunya dan yang penuh bahagia, Raja di atas segala raja dan Tuan di atas segala tuan. Dialah satu-satunya yang tidak takluk kepada maut, bersemayam dalam terang yang tak terhampiri. Seorangpun tak pernah melihat Dia dan memang manusia tidak dapat melihat Dia. Bagi-Nyalah hormat dan kuasa yang kekal! Amin.

Ayat-ayat tersebut di atas seakan-akan bertentangan dengan doktrin Trinitas, namun sebenarnya Tuhan yang dimaksud di dalam ayat-ayat tersebut di atas adalah Tuhan Bapa dan bukan Tuhan Yesus sebagaimana ayat berikut ini akan memberi kejelasan:

Yohanes 6: 46

Hal itu tidak berarti, bahwa ada orang yang telah melihat Bapa. Hanya Dia yang datang dari Allah, Dialah yang telah melihat Bapa.

Kemudian bisa dicek juga di Yohanes 1: 18 dan Yohanes 5: 37.

Jadi jelaslah bahwa tiada seorang manusia pun bisa melihat Tuhan namun sesuai bukti yang ada di kitab suci bahwa Yesus adalah entitas yang bisa dilihat.

  • Kemudian berikut ini adalah ayat-ayat yang sering diabaikan karena bertentangan dengan doktrin Trinitas.

1 Korintian 8: 5-6

5. Sebab sungguhpun ada apa yang disebut “allah”, baik di sorga, maupun di bumi–dan memang benar ada banyak “allah” dan banyak “tuhan” yang demikian—

6. namun bagi kita hanya ada satu Allah[7] saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan[8] saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup.

Ayat tersebut secara gamblang menunjukkan kepada mereka yang percaya bahwa hanya ada satu God yaitu Bapa sedangkan Yesus adalah Lord.

Tidaklah mungkin untuk mengartikan ayat ini dengan interpretasi yang lain dan sejatinya Bible penuh dengan ayat-ayat yang menunjukkan dengan sangat jelas bahwa hanyalah Bapa yang merupakan God sesungguhnya dan tiada yang lainnya.

Yakobus 2: 19

Engkau percaya, bahwa hanya ada satu Allah[9] saja? Itu baik! Tetapi setan-setanpun juga percaya akan hal itu dan mereka gemetar.

Yohanes 17: 3

Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.

Kedua ayat tersebut di atas sangat jelas  menunjukkan bahwa:

      1. Yesus bukanlah “the only true God”
      2. Hanya Bapa-lah yang merupakan “the only true God”
      3. Bapa-lah yang mengutus Yesus ke dunia.

Perlu pula untuk dicermati bahwa Yohanes mengatakan dengan kalimat “inilah hidup yang kekal itu” yang menunjukkan keseriusan dari kalimat tersebut.

  • Bahkan jikalau kita cermati di ayat-ayat lain di dalam Bible, maka kita akan menemukan bahwa:

Allah atau Bapa[10] adalah sumber dari [ajaran] atau pemberi otoritas[11] kepada Yesus (lih. 1 Kor 11: 3 “ … Kepala dari Kristus adalah Allah”.)

Bahwa Bapa adalah sumber dari semuanya, bahkan Ia adalah sumber dari Yesus (lih. 1 Kor 3: 23 “Tetapi kamu adalah milik Kristus dan Kristus adalah milik Allah”.)

Bahwa Bapa lebih tinggi dari semuanya, Ia adalah God[12] bagi semuanya. Bahwa Bapa melebihi Lord[13] (lih. Efesus 4: 5-6 “satu Tuhan, satu iman, satu baptisan, satu Allah dan Bapa dari semua, Allah yang di atas semua dan oleh semua dan di dalam semua”.)

Bahwa Bapa adalah lebih berkuasa daripada Anak (lih. Yohanes 15: 1-2).

Bahwa Yesus mempunyai satu Bapa sebagaimana kita juga mempunyai satu Bapa yang sama (lih. Yohanes 20: 17, Roma 15: 6, 2 Kor 1: 3, 2 Kor 11: 3 Efesus 1: 3, Kolose 1: 3, 1 Peter 1: 3, Efesus 1: 17).

  • Lalu benarkah bahwa argumen mengenai pijakan Trinitas bisa dirujukkan kepada ayat-ayat berikut ini yang di dalamnya menyebutkan tiga pribadi (Bapa, Anak, dan Roh)?:

1 Kor 12: 4-6

2 Kor 13: 14

Galatia 4: 4-6

Efesus 4: 4-6

1 Peter 1: 2

Jikalau kita hendak mengemukakan argumen berdasar pijakan ayat-ayat tersebut maka mau tidak mau kita juga bakal menganggap bahwa Peter, Yakobus, dan Yohanes sebagai sebuah trinitas sesuai dengan Lukas 9: 28 karena ketiganya disebutkan dengan cara yang sama sebagaimana ayat-ayat tersebut di atas. Bahkan kita juga akan menganggap bahwa Bapa, Yesus, dan Malaikat-malaikat Pilihan Bapa sebagai trinitas (lih. 1 Timotius 5: 21 “Di hadapan Allah dan Kristus Yesus dan malaikat-malaikat pilihan-Nya kupesankan dengan sungguh kepadamu: camkanlah petunjuk ini tanpa prasangka dan bertindaklah dalam segala sesuatu tanpa memihak.”) sedangkan kita tahu bahwa Malaikat-malaikat Pilihan Bapa bukanlah bagian dari Trinitas.

  • Kemudian perlu pula kita cermati bahwa Yesus berbeda dengan Bapa karena di dalam 1 Kor  15: 24-28 nampak dengan sangat jelas bahwa Bapa menyerahkan semua kepada Yesus, dan kelak Yesus akan menyerahkan kembali kepada Bapa sehingga semua [termasuk Yesus], akan tunduk di bawah kuasa Bapa.  Bunyi ayat lengkapnya adalah sebagai berikut:

“24. Kemudian tiba kesudahannya, yaitu bilamana Ia menyerahkan Kerajaan kepada Allah Bapa, sesudah Ia membinasakan segala pemerintahan, kekuasaan dan kekuatan. 25. Karena Ia harus memegang pemerintahan sebagai Raja sampai Allah meletakkan semua musuh-Nya di bawah kaki-Nya. 26. Musuh yang terakhir, yang dibinasakan ialah maut. 27. Sebab segala sesuatu telah ditaklukkan-Nya di bawah kaki-Nya. Tetapi kalau dikatakan, bahwa “segala sesuatu telah ditaklukkan”, maka teranglah, bahwa Ia sendiri yang telah menaklukkan segala sesuatu di bawah kaki Kristus itu tidak termasuk di dalamnya. 28. Tetapi kalau segala sesuatu telah ditaklukkan di bawah Kristus, maka Ia sendiri sebagai Anak akan menaklukkan diri-Nya di bawah Dia, yang telah menaklukkan segala sesuatu di bawah-Nya, supaya Allah menjadi semua di dalam semua”.

  • Jika Yesus adalah mediator antara Bapa dengan manusia, bagaimana mungkin Yesus adalah Bapa? (lih. 1 Timotius 2: 5) Bahkan Yesus sendiri menerangkan bahwa ia adalah dari Bapa dan bukan Bapa sendiri. (lih. Yohanes 16: 27).
  • Jikalau kita benar-benar mengikuti apa yang dikatakan Bapa di dalam Bible, kita akan mendapati bahwa Bapa yang berbicara di dalam Bible bukanlah Trinitas. Istilah Trinitas baru diperkenalkan di dalam kekristenan beberapa abad setelah kisah hidup Yesus. Jika kita hendak berpegangan kepada Bible maka ajaran Trinitas tidak ada  di dalam Bible. Jika yang dicari adalah kebenaran, lalu mengapa kita tidak merujuk kepada apa yang benar-benar diajarkan Bible?[14] Untuk tambahan referensi ayat-ayat mana saja yang menunjukkan bahwa God (Bapa atau Allah) adalah Dzat yang berbeda dengan Lord (Yesus Kristus) sebagian di antaranya adalah sebagai berikut:

Kisah Para Rasul 2: 33

Kisah Para Rasul 3: 15

1 Korintian 1: 3

2 Korintian 1: 2-3

2 Korintian 13: 14

Efesus 1: 2

Efesus 6: 23

Filipi 1: 2

Filipi 4: 19-20

Kolose 1: 2-3

1 Thessalonian 1: 1

2 Thessalonian 1: 1-2

1 Timotius 1: 2

Titus 1: 4

Filemon 1: 3

2 Yohanes 1: 3

Yudas 1: 1

  • Kemudian mungkin muncullah pertanyaan dari kita: Apabila Trinitas bukan ajaran Yesus, lalu mengapa mayoritas umat Kristen dan kebanyakan denominasi Kristen menjadikan Trinitas sebagai doktrin fundamental ajaran Kristen?

Jawabannya sebenarnya cukup mudah jikalau kita mau benar-benar mempelajari sejarah gereja. Misalkan sebelum adanya reformasi gereja, di doktrinase Kristen yang lampau terdapat ajaran bahwa keselamatan terjadi hanya dengan iman saja. Namun ketika reformasi terjadi dan orang-orang sudah mulai disadarkan bahwa keselamatan adalah lewat gabungan antara iman dan amal, maka “kepercayaan yang tidak tepat – yaitu keselamatan hanya lewat iman saja” menjadi ditinggalkan.

[Kemudian jikalau kita mempelajari kedudukan Bunda Maria di dalam Gereja Katholik yang ditahbiskan sebagai mother of God sedangkan tidak ada satupun bagian dari Bible yang mengajarkan hal yang demikian.

Contoh lain yang sangat ekstrem dan teryakini oleh banyak dari kita adalah “kebenaran” teori evolusi. Dasar dari teori evolusi adalah ateisme yang justru menjadi aneh ketika banyak orang meyakininya.[15]]

Pertanyaan justru berbalik kepada kita, apakah kita akan tetap mempercayai sesuatu yang tidak pernah diajarkan oleh Yesus dan juga tidak ada di dalam Bible sebagai dasar keimanan lepas dari banyaknya orang yang “meyakininya” dan atau menceritakan “mukjizat-mukjizat”[16] yang terjadi dari keyakinan itu? Ataukah kita hanya akan berpangku tangan dan merasa tidak perlu membuktikan kebenaran keyakinan yang kita anut sesuai ajaran skriptur?

Ingatkah kita akan sebuah ayat yang berbunyi:

Lukas 11: 9-10 “Oleh karena itu Aku berkata kepadamu: Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan.”

Bukankah Yesus telah memberi peringatan kepada kita mengenai ajaran yang menyimpang?

Kisah Para Rasul 20: 29-31

29. Aku tahu, bahwa sesudah aku pergi, serigala-serigala yang ganas akan masuk ke tengah-tengah kamu dan tidak akan menyayangkan kawanan itu. 30. Bahkan dari antara kamu sendiri akan muncul beberapa orang, yang dengan ajaran palsu mereka berusaha menarik murid-murid dari jalan yang benar dan supaya mengikut mereka. 31. Sebab itu berjaga-jagalah dan ingatlah, bahwa aku tiga tahun lamanya, siang malam, dengan tiada berhenti-hentinya menasihati kamu masing-masing dengan mencucurkan air mata.

  • Kemudian apakah Yesus lalu adalah co-equal dengan Bapa ketika kita membaca Yohanes 1: 1? Atau apakah Yesus adalah co-equal dengan Bapa ketika dikatakan “ego eimi[17] di dalam Keluaran 3: 13-14 dibandingkan dengan Yohanes 13: 19 dan juga ayat-ayat yang lain? Lalu bisakah kemudian Yohannes 8: 48-59 dijadikan rujukan bahwa Yesus adalah Bapa?

Tidak, tidaklah demikian.

Yohanes 1: 1 memiliki “permasalahan” terjemahan Logos-Theos dari bahasa Yunani[18]. Bahkan beberapa penerjemah Bible lebih suka menerjemahkan ayat ini dengan bunyi sebagai berikut:

In the beginning the Word existed. The Word was with God, and the Word was divine.”[19]

atau

The Logos (word) existed in the very beginning, and the Logos was with God, the Logos was divine[20]

Sehingga Logos bukanlah Allah namun hanya memiliki sifat ke-Ilahi-an.

Kemudian ungkapan “ego eimi” sebenarnya juga dipakai oleh Jibril misalnya di dalam Lukas 1: 19, juga dipakai oleh orang yang sembuh dari kebutaan seperti di dalam Yohanes 9: 9. Bahkan Petrus di dalam Kisah Para Rasul 10: 21 juga memakai “ego eimi”. Di dalam Bible, Yesus memakai ungkapan “ego eimi” setidaknya dua puluh kali. Ungkapan ini adalah kalimat yang lazim untuk mengatakan bahwa yang dimaksud di dalam pembicaraan adalah “aku” ketika kita benar-benar memperhatikan setiap konteks percakapan yang ada di Bible. Jadi ketika seseorang mengatakan “ego eimi” lalu dikatakan sama dengan Bapa adalah merupakan imajinasi yang tidak tepat.

Kemudian mengenai ungkapan yang dikatakan Yesus di dalam Yohanes 8: 58, jikalau kita memperhatikan konteks keseluruhan percakapan Yesus dengan beberapa orang Yahudi di dalam teks Bible King James Version maka bunyi ayatnya “sebenarnya” adalah sebagai berikut:

Jesus said unto them, Verily, verily, I say unto you, Before Abraham was, I am.

Bandingkan dengan terjemahan di dalam Bahasa Indonesia[21] yang menjadi agak berbeda

Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada.”

  • Kemudian bagaimana dengan 1 Yohanes 5: 7?

Perlu diketahui oleh kita semua bahwa ayat ini adalah ayat sisipan yang BUKAN merupakan ayat yang ada terdapat di skriptur Bible tertua. Erasmus, sebagai penerjemah TIDAK pernah menemukan ayat ini di dalam manuskrip yang ia teliti dan lalu ia terjemahkan di edisi 1 dan 2 terjemahannya. Namun seorang pendeta Irlandia memalsukan sebuah manuskrip dengan menyertakan ayat 1 Yohanes 5: 7 sehingga membuat Erasmus “terpaksa” memasukkan ayat 1 Yohanes 5: 7 ke dalam terjemahan edisi 3, 4, dan 5-nya meskipun Erasmus sendiri meragukan manuskrip dari pendeta Irlandia tersebut.

Baru sekarang diketahui bahwa 1 Yohanes 5: 7 adalah sisipan dan bukan ayat yang asli. Beberapa penerbitan Bible menghapus ayat ini dari Bible karena terbukti palsu[22] meskipun beberapa penerbitan masih mempertahankan ayat ini di dalam cetakan Bible.

Apapun, kita seharusnya mengikuti perkataan Yesus bahwa Bapa adalah Allah-nya Yesus dan kita semua sebagaimana dapat kita rujuk Yohanes 20: 17.

Perlu kita benar-benar perhatikan bahwa satu-satunya Allah yang benar hanyalah Bapa (Yohanes 17: 3) dan Yesus bukanlah Bapa sebab Yesus diutus oleh Bapa (Yohanes 17: 3, Yohanes 8: 42).

  • Lalu bagaimana dengan Yohanes 10: 27-36?

Ketika kita memperhatikan kalimat “Aku dan Bapa adalah satu” (Yohanes 10: 30) maka kita harusnya juga memperhatikan kalimat di dalam Yohanes 17: 21. Lalu bagaimanakah dengan ucapan Yesus di Yohanes 10: 36 yang berbunyi “masihkah kamu berkata kepada Dia yang dikuduskan oleh Bapa dan yang telah diutus-Nya ke dalam dunia: Engkau menghujat Allah! Karena Aku telah berkata: Aku Anak Allah?”. Sesungguhnya apa yang dikatakan Yesus adalah sesuai dengan Mazmur 82: 6 yang bunyinya adalah sebagai berikut: “Aku sendiri telah berfirman: “Kamu adalah allah, dan anak-anak Yang Mahatinggi kamu sekalian.[23]

  • Tahukah Anda bahwa penulis-penulis Kristen sebelum masa Konsili Nicea mengatakan bahwa Bapa adalah Tuhan-nya Yesus dan kita semua? Bahwa Clement (85 A.D.), Hermas (100 A.D.), Ignatius dari Antioch (110 A.D.), Polycarp, Papias (110-130 A.D.), Aristides (125 A.D.), Justin Martyr (150 A.D.), Tatian (165 A.D.), Athenagoras (175 A.D.), Theophilus dari Antioch (175 A.D.), Irenaeus(185 A.D.), Clement dari Alexandria (200), Origen, Tertullian (awal 200), dan Hippolytus (230 A.D.) menyuarakan suara yang sama bahwa “Father is the true God”.[24]
  • Kemudian untuk penjelasan lebih Biblikal, luas, dan mendalam mengenai kalis ajaran Trinitas, silakan kunjungi:

http://www.heaven.net.nz/writings/trinity-05.htm

untuk membaca dengan cermat bahwa ada 100 ayat di dalam Bible yang menunjukkan bahwa Bapa berbeda dengan Yesus, silakan kunjungi laman ini:

http://www.heaven.net.nz/writings/trinity-11.htm

  • Seharusnya Anda mulai bertanya mengenai ajaran Yesus sesungguhnya. Apakah benar bahwa ajaran Trinitas adalah apa yang diajarkan oleh Yesus? Apakah benar bahwa ajaran Trinitas benar-benar sebagaimana yang dirujukkan kepada Bible? Apakah Trinitas adalah ajaran Kristen sejak semula pertama kali diajarkan ke orang-orang?

Apakah perkataan Yesus di dalam Markus 12: 29 tidak kita resapi secara mendalam?

Bapa kita akan selalu menjadi Bapa kita dan ketika kita menuruti Bapa maka Yesus akan memanggil kita sebagai saudaranya (Ibrani 2: 11).

Sadarkah kita bahwa pemercaya doktrin Trinitas selalu memulai dengan “[pokoknya] percaya pada Trinitas” lalu kemudian mereka mencari-cari sumber rujukan di dalam Bible untuk memperkuat klaim tersebut. Apakah ada kiranya mereka benar-benar mencari di dalam Bible, membaca tanpa bias lalu kemudian mengikut apa yang diajarkan Bible? Pondasi apakah yang hendak dibangun oleh mereka yang tidak merujuk kepada ajaran Yesus? (lih. Matius 16: 13-18, Galatia 1: 8).


[1] Tulisan ini diperoleh dari sebuah website Kristen [Unitarian?]. Tambahan oleh penerjemah dan peringkas ditandai dengan tanda kurung sic  [ … ]

[2] atau Tritunggal

[3] Yang dimaksud tulisan ini adalah tulisan “The Trinity Doctrine”. Perlu ditekankan sekali lagi bahwa postingan ini adalah bersumber dari “The Trinity Doctrine”. Hak cipta ada pada http://heavennet.net/ dan dilindungi hukum. Postingan ini tidak dimaksudkan untuk tujuan komersil kecuali untuk tujuan akademik-edukasi. Jikalau ada bagian yang tidak sesuai dengan tulisan asli, maka silakan hubungi saya untuk koreksi. Penerjemah-peringkas berusaha membuat intisari dari tulisan “The Trinity Doctrine” seefisien dan setepat mungkin.

[4] Penggunaan istilah Bible lebih disukai oleh penerjemah daripada Alkitab maupun Injil yang artinya bisa bias. Untuk penjelasan tentang ini, bisa dibaca di dalam tulisan karya penerjemah di blog ini dengan judul “Sastra dan Hermeneutika”.

[5] Bagi mereka yang belajar sejarah kekristenan pasti sudah mahfum bahwa konsili Nicea adalah pondasi awal “pengokoh” pembentukan dogma Kristen yang berlaku hingga sekarang.

[6] Terjemahan Bible dikutip dari http://bible.cc/ edisi Bahasa Indonesia dengan pemegang hak cipta Lembaga Alkitab Indonesia (LAI atau The Indonesian Bible Society).

[7] Di teks yang berbahasa Inggris, kata Allah di sini adalah God

[8] Di teks yang berbahasa Inggris, kata Tuhan di sini adalah Lord

[9] Jika kita perhatikan, di dalam terjemah bahasa Indonesia oleh Lembaga Alkitab Indonesia, kelihatan sekali bahwa kata God diterjemahkan menjadi Allah dan bukan Tuhan sedangkan kata Lord diterjemahkan menjadi Tuhan. Namun ketika menuju konsep Trinitas menjadi ada istilah Tuhan Bapa (Allah), Tuhan Anak (Yesus), dan Tuhan Roh Kudus dan ketiga entitas ini sebagai co-equal Tuhan. Padahal jika kita cermati bahwa God di dalam Bible adalah Dzat di mana tempat berbakti ditujukan. (lih. mis.Yohanes 17: 3). Terjemahan istilah God = Allah namun bukan sama dengan Tuhan kemudian untuk istilah Lord = Tuhan (perhatikan 1 Korintian: 5-6), lalu kemudian “bisa” muncul istilah di dalam Trinitas penggunaan terma Tuhan Allah atau Tuhan Bapa menjadi sesuatu yang ganjil bagi mereka yang serius mencermati.

[10] Bapa di sini tidak dituliskan Tuhan Bapa karena sebagaimana telah diulas di catatan kaki nomor sebelumnya (9) bahwa telah nampak akan adanya kerancuan [atau ke-bias-an?] penerjemahan istilah God dengan Lord.

[11] Atau di dalam teks Bible yang asli dipergunakan istilah kephale.

[12] Perhatikan bahwa God itu bukan Lord.

[13] Ketika di dalam Bible edisi Bahasa Indonesia kita menemukan kata Tuhan maka kata ini merupakan terjemahan dari Lord sedangkan kata Bapa atau Allah adalah terjemahan dari kata God (bdk. Catatan kaki 9-10).

[14] Ingatlah bahwa mukjizat bukan tolok ukur kebenaran ajaran. Semua “kepercayaan” mempunyai kisah-kisah mukjizat. Apabila kita menjadikan “mukjizat” sebagai tolok ukur kebenaran, maka Anda akan berada di posisi akan membenarkan semua ajaran agama. Kejadian “di luar nalar orang yang mengalami kejadian” bisa terjadi pada kasus-kasus tertentu semisal yang populer adalah saat seseorang mengalami hipoksia. Kadang pada beberapa kasus, daya sugestif mampu membuat seseorang mengalami kekuatan di luar logika. Penjelasan-penjelasan lain tentang ini memang sangat kompleks, namun perlu pula kita cermati apa yang pernah dikatakan Yesus di dalam Matius 7: 21-23 dan Lukas 6: 46. Perhatikan pula “perbedaan” antara Bapa = God dengan Tuhan = Lord di dalam terjemahan Bahasa Indonesia sebagaimana telah dibahas di catatan kaki sebelumnya.

[15] Mungkin sebagian dari pembaca belum pernah mendengar nama Adnan Oktar atau lebih dikenal dengan nama pena Harun Yahya. Harun Yahya adalah ilmuwan Turki yang menentang Teori Evolusi Darwin dengan argumen dan pembuktian yang lebih kuat dibandingkan hipotesis yang pernah diajukan Darwin yang kemudian berkembang menjadi Teori Evolusi. Karya Harun Yahya yang berjudul Atlas Penciptaan merupakan salah satu karya Harun Yahya yang bisa kita jadikan rujukan di dalam memahami letak ketidakberesan Teori Evolusi. Meskipun beberapa pendukung Darwinisme menyerang Harun Yahya dengan berbagai macam tuduhan sebagaimana misal dilakukan oleh Wikipedia, namun Harun Yahya menjawab tuduhan tersebut dengan elegan. Anda dapat mengunjungi situs http://id.harunyahya.com/ untuk mengenal lebih jauh tentang Harun Yahya dan karya-karyanya. Sedangkan untuk menyelami sanggahan terhadap serangan atas Harun Yahya, Anda dapat mengunjungi situs http://www.replytowikipedia.com/. Namun apapun, menarik mengutip ucapan Dr. Cal Lightman, karakter utama di dalam mini-seri Lie to Me, bahwa “You can believe whatever you want, it’s what everybody else does”. Jika “ketidaktepatan” adalah sesuatu yang ingin Anda percayai, maka tidak ada yang memaksa Anda untuk mempercayai the truth.

[16] Lihat catatan kaki nomor 14.

[17] Aku adalah aku

[18] Perlu diketahui bahwa skriptur Bible tertua adalah berbahasa Yunani, tidaklah ada skriptur yang lebih tua dari skriptur berbahasa Yunani. Skriptur inilah yang dijadikan rujukan untuk semua Bible yang terterima bukan apokrifa.

[19] An American Translation, Edgar Goodspeed dan J.M. Powis Smith, The University of Chicago Press, hlm. 173.

[20] Dr. James Moffatt

[21] http://tb.scripturetext.com/john/8.htm terjemahan Bible di dalam Bahasa Indonesia oleh LAI (Lembaga Alkitab Indonesia)

[22] Untuk kronologi lengkapnya silakan kunjungi:

http://www.heaven.net.nz/writings/trinity-05.htm

[23] Teks berbahasa Inggris (KJV) bunyinya sebagai berikut: “I have said, Ye are gods; and all of you are children of the most High.”

[24] Silakan baca dengan sepenuh tentang ini lewat laman:

http://www.heaven.net.nz/writings/trinity-06.htm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s