Home » Academic » Revisite Metode Penelitian Bisnis

Revisite Metode Penelitian Bisnis

Metode Penelitian Bisnis (MPB)

Pengulas: Dipa Nugraha, S.S., M.M.

_______________________________________________

Apakah urgensi pemahaman metode penelitian bisnis (MPB)?

Jawab  :

Urgensi pemahaman MPB adalah sebagai berikut:

  1. Mampu mengidentifikasi segala fenomena problematik yang terjadi dalam ruang lingkup bisnis sehingga dapat mencari solusi pemecahan yang dilandasi pemikiran rasional dan analitis.
  2. Mampu merumuskan tindakan atau kebijakan yang tepat sebagai respon atas kebutuhan tersebut berdasar data-data yang valid.
  3. Memahami bahwa lingkungan bisnis sangatlah kompleks karena bersifat sosial bukan eksakta sehingga selalu ada potensi untuk terjadi keunikan di dalam setiap kasus di dalam lingkungan bisnis yang membutuhkan kepiawaian dan sistematika nalar dalam mencari solusi.
  4. Mengerti bahwa memahami hasil penelitian yang relevan beserta implikasi dan aplikasinya adalah bagian integral dari kegiatan manajerial.

Ada berapakah metode pengambilan sampel? Sebut dan jelaskan! Apakah yang menentukan besar sampel?

Jawab  :

Metode sampling dibedakan menjadi dua yaitu:

    1. Probability Sampling Method
    2. Non-Probability Sampling Method

Penjelasan singkatnya adalah sebagai berikut:

Probability Sampling Method

    1. Simple Random Sampling: Setiap subset di dalam frame memiliki kans yang sama untuk menjadi sampel.
    2. Systematic Sampling:  Sampel diperoleh dengan diambil lewat interval yang ditentukan sama pada frame. Misal populasi KARYAWAN XYZ yang berjumlah 1000 orang memiliki nomor karyawan 1 – 1000. Maka dengan menggunakan nomor karyawan tersebut diciptakan interval tiap 10 karyawan sesuai nomor karyawannya maka sampelnya adalah karyawan bernomor 1, 11, 21, dst.
    3. Statified Random Sampling:  Sampel diambil setelah sebelumnya populasi dipecah menjadi beberapa strata (atau stratum). Misalnya populasi KARYAWAN PT XYZ dipecah menjadi 3 stratum: karyawan yang telah bekerja selama 5 tahun (stratum 1), karyawan yang telah bekerja selama 10 tahun (stratum 2), karyawan yang bekerja lebih dari 10 tahun (stratum 3). Jika populasi berjumlah 1000, dan terketahui untuk stratum 1 berjumlah 200, stratum 2 berjumlah 400, dan stratum 3 adalah 400, maka jika diambil random 20% tiap stratum, tinggal dihitung sendiri berapa sampel tiap stratum tadi.
    4. Cluster Sampling:  Sampel diambil dengan membuat frame dari populasi dalam beberapa cluster. Pembuatan cluster biasanya berdasarkan letak wilayah.

Non-Probability Sampling Method (silakan untuk pemahaman lebih lanjut rujuk ke Trochim, M. W., http://trochim.human.cornell.edu/kb/sampnon.htm Bill Trochim’s Center for Social Research Methods, Cornell University)

    1. Convenience Sampling:  Sampel diambil manasuka dari populasi sesuai yang mudah ditemui. Misalnya pada KARYAWAN PT XYZ, sampel diambil dari karyawan yang ada dan bisa dimintai respon ketika enumerator atau surveyor datang ke PT XYZ tersebut.
    2. Purposive Sampling
      1. Quota Sampling:  Sampel diambil dengan jumlah kuota yang telah ditentukan pada tiap grup yang telah ditentukan pada populasi. Semisal pada KARYAWAN PT XYZ, diketahui bahwa ada 1000 karyawan. Dari 1000 karyawan tersebut telah kita tentukan dahulu untuk usia 20 – 30 tahun diberi kuota 250 orang karyawan saja, usia 30 – 40 tahun diberi kuota 250 orang karyawan saja, 40 ke atas diberi kuota 250 orang karyawan saja.
      2. Judgement /Expert Sampling:  Sampel diambil berdasarkan referensi orang yang memahami karakter populasi.
      3. Snowball Sampling:  Sampel diambil manasuka kemudian dari satu sampel tersebut dimintakan referen lain yang bisa dijadikan sampel berikutnya.
      4. Modal Instance Sampling:  Sampel diambil berdasar kekhasan yang sering muncul atau lazim di dalam subset di dalam populasi. Misal jika hendak melakukan polling pemilu maka sampel diambil berdasar mode pemilih dalam pemilu, misalnya berusia tertentu, berpendidikan minimal demikian, dan berpenghasilan minimal sekian.
      5. Nonproportional Quota Sampling: Sampel diambil setelah peneliti menentukan manasuka jumlah sampel minimum yang bakal diambil pada setiap kategori di dalam kerangka populasi.
      6. Heterogeneity Sampling:  Sampel diambil berdasar diversitas ide yang ada di dalam populasi. Tujuan dari sampling jenis ini justru untuk meraih perbedaan pandangan atau opini yang bervariasi sebanyak mungkin.

Penentuan Besar Sampel dapat dilakukan dengan berbagai cara mempertimbangkan (rujukan yang sangat bagus tentang ini dari Glen D. Israel, Determining Sample Size, http://edis.ifas.ufl.edu/pd006 ):

      1. Level of precision atau sampling error
      2. The Confidence Level / Risk Level
      3. Degree of Variability

Mengapa sampling perlu dilakukan? [Apakah urgensi sampling di dalam penelitian?]

Jawab  :

  1. Sampel memiliki sifat yang sama dengan populasi karena sampel merupakan bagian dari populasi. Ketika hendak menguji kemanisan the setelah gula diaduk, maka cukup mengambil satu sendok sebagai sampel untuk menentukan kemanisan the segelas.
  2. Pada penelitian yang bersifat merusak, sampel sangatlah dibutuhkan sebagai representasi populasi. Misalnya jika hendak mengetahui kondisi darah seseorang, maka cukup satu cuplikan saja darah diambil dari tubuh seseorang. Contoh lainnya pada kasus pengujian ketahanan bohlam, tidak mungkin 10.000 bohlam dipapar tegangan dan arus listrik tertentu karena akan kurang efisien. Cukup semisal 50 bohlam.
  3. Efisiensi waktu, tenaga, dan biaya.
  4. Ketersediaan atau kebersediaan. Ketika seluruh populasi hendak ditanyai di dalam survei, maka penelitian mungkin akan tidak berhasil karena ada beberapa orang yang tidak mau disurvei.

Ada berapakah macam data di dalam penelitian bisnis? Sebutkan!

Jawab  :

  • Data berdasar Cara mengumpulkannya:
    1. Data Primer –> misal data dari kuesioner
    2. Data Sekunder –> misal data dari penelitian terdahulu
  • Data berdasar Sumber memperolehnya:
    1. Data Internal
    2. Data Eksternal
  • Data berdasar Jenisnya:
    1. Data Kualitatif kadang disebut dengan Categorical Data –> Gender, Suku, Hobi
    2. Data Kuantitatif –> Data yang diekspresikan dalam angka pengukuran.
  • Data berdasar Sifatnya:
    1. Data Diskrit
    2. Data Kontinyu
  • Data berdasar Waktu Pengumpulan:
    1. Data Cross-Section / Satu Bagian Waktu, untuk tahu lebih dalam silakan download ini.
    2. Data Time Series / Berkala
    1. Data Nominal
    2. Data Ordinal
    3. Data Rasio
    4. Data Interval

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s